Prinsip kerja Modul 1 Karakteristik Dioda adalah mempelajari bagaimana dioda, dioda zener, serta rangkaian penyearah mengatur aliran arus listrik. Dioda merupakan sambungan semikonduktor P-N yang hanya menghantarkan arus dalam satu arah. Pada bias maju, arus dapat mengalir setelah melewati tegangan ambang (±0,7 V untuk silikon atau ±0,2 V untuk germanium), sedangkan pada bias mundur arus terhambat karena lapisan deplesi melebar. Dioda zener dirancang khusus bekerja pada bias mundur dan akan menghantarkan arus jika tegangan balik melebihi tegangan tembusnya, sambil menjaga tegangan tetap stabil sehingga berfungsi sebagai penstabil tegangan. Dalam aplikasi penyearah, half bridge rectifier hanya meneruskan siklus positif dari AC dan menghasilkan arus DC berdenyut setengah gelombang, sedangkan full bridge rectifier menggunakan empat dioda dalam konfigurasi jembatan untuk menyearahkan seluruh siklus AC menjadi DC berdenyut penuh dengan frekuensi dua kali lipat sumber AC.
1. Analisa pengaruh tegangan input
terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Pada kondisi forward bias, ketika tegangan input masih kecil arus yang mengalir melalui dioda hampir tidak ada, tetapi setelah tegangan melewati ambang (sekitar 0,7 V untuk silikon), dioda mulai menghantarkan dengan baik. Tegangan dioda cenderung tetap, sedangkan arus meningkat tajam seiring bertambahnya tegangan input.
2. Analisa
pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse
bias.
Pada kondisi reverse bias, dioda hampir tidak menghantarkan arus walaupun tegangan input dinaikkan, hanya ada arus bocor yang sangat kecil. Namun bila tegangan input terus dinaikkan hingga melebihi tegangan breakdown, dioda biasa bisa rusak, sedangkan pada dioda tertentu seperti Zener justru mulai bekerja.
3. Analisa prinsip kerja dari diode
zener berdasarkan percobaan.
Dioda Zener memiliki prinsip kerja khusus yaitu menjaga tegangan agar tetap stabil pada nilai tertentu yang disebut tegangan Zener. Ketika diberi reverse bias dan mencapai tegangan tersebut, dioda akan mengalirkan arus untuk menahan agar tegangan tidak naik lebih tinggi lagi, sehingga sering dipakai sebagai penstabil tegangan.
4. Analisa gelombang output pada
rangkaian Half Bridge Rectifier.
Pada percobaan half bridge rectifier dengan tegangan input 6 V, ketika menggunakan resistor 220 Ω dan 470 Ω diperoleh output berupa gelombang setengah sinus, yaitu hanya bagian positif dari sinyal AC yang diteruskan sedangkan bagian negatif terpotong.Saat beban diganti dengan kapasitor 1000 µF, output berubah menjadi tegangan DC berdenyut dengan riak yang lebih kecil, sehingga bentuk gelombangnya terlihat lebih rata dan halus dibandingkan tanpa kapasitor.
5. Analisa gelombang output pada
rangkaian Full Bridge Rectifier.
Pada percobaan full bridge rectifier dengan tegangan masukan 6 V, penggunaan resistor 220 Ω maupun 470 Ω menghasilkan gelombang output berbentuk gelombang penuh, di mana bagian positif dan negatif sinyal AC semuanya diarahkan menjadi positif.Ketika ditambahkan kapasitor 1000 µF, gelombang output menjadi lebih halus karena kapasitor berfungsi menyimpan dan melepas muatan, sehingga tegangan keluaran lebih mendekati DC dengan ripple yang jauh lebih kecil.
Download Video Dioda zener disini Download Video Half bridge rectifier disini Download Video Full bridge rectifier disini Download Video Kondisi rangkaian disini Download Rangkaian Kondisi disini
Komentar
Posting Komentar